PEMBUATAN KOMBUCHA I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini, tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin tinggi. Hal ini dikarenakan meningkatnya pengetahuan masyarakat akan berbagai macam penyakit yang dapat menyerang tubuh mereka akibat pola hidup yang tidak baik, minimnya mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, serta lingkungan yang sudah tidak terkendali lagi. Masyarakat kini menyadari dan mulai untuk merubah pola hidup dengan rajin berolahraga dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi seimbang serta banyak mengandung antioksidan yang dapat menghambat reaksi oksidasi dalam tubuh, dapat berupa vitamin, senyawa fenol maupun asam-asam organik, yang banyak terdapat pada minuman kombucha. Kombucha tea (teh kombucha) merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha (Acetobacter xylinum dan beberapa jen...
By: Jendri mamangkey I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses fermentasi sering diartikan sebagai proses pemecahan karbohidrat dan asam amino secara anaerobik, yaitu tanpa memerlukan oksigen. Secara umum proses itu, berkenaan dengan reaksi biokimia, aktivitas mikroorganisme dalam enzimnya. Pola fermentasi mikroorganisme mempunyai kisaran luas dalam aplikasi industri, seperti produksi beer, anggur, produk susu,dan asam-asam organik lainnya. Bahan makanan terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Bahan makanan merupakan medium pertumbuhan yang baik bagi berbagai macam mikroorganisme. Mikroorganisme dapat membusukkan protein, memfermentasikan karbohidrat, menjadikan minyak dan lemak berbau. Meskipun banyak mikroorganisme tidak berbahaya bagi manusia. Beberapa organisme pencemar dapat mengakibatkan kerusakan, dan...
Struktur Hifa Kapang (fungi multiseluler) 1. Dinding Sel Kelangsungan hidup fungi (kapang) melibatkan hifa yang menembus ke dalam jaringan hidup atau mati dan menyerap nutrisi, atau tumbuh ke udara untuk penyebaran spora. Kapang terdapat protoplasma yang terbungkus dalam dinding sel yang fleksibel dan memiliki kekuatan mekanik yang besar dan disertai dengan berbagai enzim hidrolitik pada permukaannya untuk pencernaan dan pemanfaatan bahan organic terlarut untuk energi dan biosintesis. Dinding sel tidak hanya menentukan morfologi koloni fungi tetapi juga terlibat dalam per kawin an dan interaksi fungi dengan hostnya ( tumbuhan dan hewan ) . Sebuah hifa harus memiliki sifat perekat dan kemampuan untuk melakukan konfigurasi permukaan untuk orientasi arah pertumbuhannya (Bab 6). Selain itu hifa harus memiliki strategi untuk retensi air sehingga dapat mengembangkan tekanan turgor tinggi diperlukan untuk pemisahan sel da...
Komentar
Posting Komentar